Perdana Semenjak Tahun 2019, Pemimpin China, Jepang dan Korea Selatan Akan Gelar Pertemuan Trilateral
Para pemimpin Korea Selatan, China, dan Jepang akan mengadakan pertemuan puncak trilateral pertama mereka dalam hampir lima tahun pada pekan depan di Seoul. Demikian dipersembahkan kantor kepresidenan Korea Selatan pada Kamis (23/5/2024).
\\”Presiden Yoon Suk Yeol akan bertemu Perdana Menteri China Li Qiang dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di ibu kota Korea Selatan pada hari Senin,\\” kata Wakil Direktur Keamanan Nasional Korea Selatan Kim Tae-hyo, seperti diinformasikan CNA, Jumat (24/5).
Kim Tae-hyo menambahkan Yoon Suk Yeol akan mengadakan pembicaraan bilateral terpisah dengan Li dan Kishida pada hari Pekan (26/5).
\\”Ketiga pemimpin tersebut juga dijadwalkan menghadiri pertemuan bisnis dan menggiatkan para pelaku bisnis dari ketiga negara,\\” ujarnya.
Terakhir kali para pemimpin ketiga negara bertemu yakni pada tahun 2019, antara lain sebab pandemi COVID-19 dan juga sebab konflik diplomatik dan sejarah antara Korea Selatan dan mantan penguasa kolonial Jepang.
Konflik regulasi mengenai pemerintahan slot spaceman Jepang pada tahun 1910 sampai 1945 di Semenanjung Korea masih terus terjadi di antara kedua negara.
Tetapi, dengan meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara yang mempunyai senjata nuklir, Yoon Suk Yeol sudah mengambil perbuatan untuk mengakhiri perseteruan bersejarahnya dengan Jepang, sambil memperkuat hubungan dengan sekutu lamanya, Amerika Serikat (AS).
Pada bulan Agustus tahun lalu, Korea Selatan, Jepang, dan AS mengumumkan \\”babak baru\\” kerja sama keamanan tiga arah yang erat setelah pertemuan puncak bersejarah di Camp David.
Pada saat itu, China mengajukan keluhan atas pernyataan yang dikeluarkan pada pertemuan puncak mereka, di mana ketiga sekutu mengkritik \\”perilaku agresif\\” China di Laut China Selatan.
Yoon Suk Yeol tahun lalu mengatakan ketegangan berhubungan Taiwan disebabkan oleh upaya untuk merubah status quo dengan kekerasan.
Rusia dan China di Pihak yang Sama
China yakni mitra dagang terbesar Korea Selatan, melainkan tetap menjadi penyumbang ekonomi dan sekutu diplomatik paling penting bagi Korea Utara.
Selain Rusia, China juga menghambat upaya yang dipimpin AS di Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan hukuman yang lebih ketat terhadap pemerintahan Korea Utara pimpinan Kim Jong Un sebagai tanggapan atas meningkatnya uji coba senjata negara itu.
Bulan lalu, Kim Jong Un dan member parlemen China memuji \\”babak baru\\” hubungan China-Korea Utara, saat kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik.
KTT trilateral mendatang akan menandai kunjungan pertama Li ke Korea Selatan semenjak menjabat sebagai perdana menteri China pada Maret 2023.