Mengenal Dari Nusuk Kini Semestinya Ada Kartu Jemaah Untuk Ibadah Haji
Pemerintah Arab Saudi mengharuskan segala jemaah haji membawa Kartu Nusuk ialah kartu trampil atau smart card. Kartu ini semestinya dibawa jemaah saat menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Dikutip dari indonesia.go.id, terdapat dua versi Kartu Nusuk. Pertama ialah Kartu Nusuk semestinya dipakai oleh jemaah mahjong ways 3 dengan sistem dikalungkan ke leher. Kedua ialah kartu berbentuk komputerisasi dilengkapi oleh kode batang (barcode) dan kode respons kencang (Quick Response Code).
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah menyatakan, Kartu Nusuk semestinya dibawa oleh jemaah dari segala dunia termasuk Indonesia saat menunaikan ibadah haji di dua Kota Suci, Mekkah dan Madinah.
“Kartu ini akan menolong jemaah untuk mengenal lokasi-lokasi yang ada di tempat progres ibadah haji. Terdapat pula akta selesai melaksanakan ibadah haji di dalam kartu ini sehingga dapat menjadi kenangan indah bagi setiap jemaah yang selesai berhaji,” ujar Tawfiq dikutip Jumat (14/6/2024).
Tawfiq menambahkan, pihaknya akan menolak setiap jemaah yang kedapatan tak mengantongi Kartu Nusuk saat berada di ke Tanah Suci. Setiap pelanggar akan dikenai sanksi pantas ketetapan yang diatur pemerintah setempat mengenai pelanggaran undang-undang dan instruksi haji.
Penerapan Nusuk juga berlaku bagi segala penyelenggara haji dari masing-masing negara tanpa terkecuali. Selain itu, kata Tawfiq, Kartu Nusuk juga untuk mencegah masuknya jemaah yang mengaplikasikan visa nonhaji ke Tanah Suci.
“Sehingga cuma jemaah dengan visa yang diterbitkan legal oleh Pemerintah Arab Saudi saja yang dapat melaksanakan ibadah haji,” kata ia.
Kartu Nusuk mempunyai tampilan dominan warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil setiap jemaah disertai kode batang dan QR Code. Apabila dipindai (scan), akan diketahui data-data jemaah seperti nama, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jemaah di Mekkah.
Kepala Tempat Segala Mekkah, Khalilurahman mengimbau, kepada segala ketua klasifikasi terbang (kloter), ketua rombongan, ketua regu, dan setiap jemaah agar membawa Kartu Nusuk selama di Tanah Suci.
“Jangan hingga sirna. Pemerintah Arab Saudi cuma menyiapkan kartu cadangan maksimal 10 persen dari jumlah jemaah haji,” ucap Khalil.
Puncak Haji, Jemaah Indonesia Mulai Bergerak Menuju Arafah untuk Wukuf
Semenjak jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah pada hari ini, Jumat 8 Zulhijjah 1445 H atau 14 Juni 2024. Karenanya pukul 06.00 waktu setempat, secara bergelombang, jemaah dimobilisasi ke Arafah dari hotel tempat mereka menginap dengan bis-bis yang telah disiapkan.
Pemerintah Arab Saudi telah mempertimbangkan 1 Zulhijah 1445 H bertepatan dengan 7 Juni 2024 M. Anggota, wukuf di Arafah dilakukan pada Sabtu 9 Zulhijah 1445 H atau 15 Juni 2024 M.
Setiap Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mempersembahkan, peserta safari wukuf jemaah haji lansia non mandiri dan disabilitas yang berjumlah 300 orang akan diberangkatkan dari hotel transit menuju Arafah pada 15 Juni 2024 pukul 11.00 Waktu Arab Saudi.
“Jemaah safari wukuf akan dipandu sejumlah petugas dari faktor Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), pembimbing ibadah, dan petugas layanan lansia dan disabilitas,” kata Widi dalam siaran pers legal Kemenag di Jakarta, Jumat (14/6/2024).
“Untuk safari wukuf jemaah haji yang sakit dan dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), mereka diberangkatkan ke Arafah pada 9 Zulhijah sekitar pukul 10.00 WAS dan dipandu petugas,” sambung Widi.
Di Arafah, kata Widi, jemaah haji Indonesia ditempatkan di 1.169 kemah yang terbagi dalam 73 maktab atau markaz. Petugas yang telah berada di Arafah akan menyambut dan menasihati jemaah menempati kemah yang telah diatur pantas embarkasi dan kloternya.
“Setiap kemah telah dilabeli stiker asal jemaah dengan warna-warna dan identitas yang mudah dikenali dan dihapal jemaah,” ujarnya.
Widi mengatakan, jemaah haji agar menyiapkan kartu trampil (smart card) masing-masing yang akan dipindai barcode-nya oleh petugas sebelum naik bis. Menurutnya, cuma jemaah yang mempunyai smart card yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi yang dapat masuk wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Anggota, pastikan smart card dan identitas pribadi lainnya tersimpan dengan aman di ransel khusus dan mudah diambil saat akan dilakukan pengecekan dan pemindaian,” pesannya.