Kisah Mbah Kholil Bangkalan Menertawai Kiainya saat Sholat, Terbukti karena Ini
Jakarta – Banyak kejadian di luar logika manusia yang sering kali diperlihatkan oleh para wali Allah. Itu ialah sebuah karomah yang Allah SWT berikan terhadap hamba alternatif-Nya.
Setiap karomah yang terjadi tidak terlepas dari kuasa dan izin-Nya. Karomah tidak mengenal usia, tua atau muda. Pun, kekasyafan KH Muhammad Kholil bin Abdul Lathif atau Syaikhona Kholil Bangkalan sudah menonjol sejak muda, tepatnya saat mondok di Pesantren Langitan, Tuban.
Kasyaf ialah salah satu ragam karomah yang dianugerahkan Allah SWT terhadap hamba-hamba alternatif. Salah satu kasyaf Mbah Kholil semasa mahjong ways 2 menjadi santri ialah mengenal apa yang ada dalam pikiran orang lain.
Kala itu Mbah Kholil mengenal apa yang sedang dipikirkan kiainya di Pesantren Langitan, KH Muhammad Noer saat mengimami shalat berjemaah. Lantas mengenal apa yang ada dalam pikiran Kiai Noer, sontak membikin Mbah Kholil muda mengakak.
Kejadian hal yang demikian sempat membikin Kiai Noer naik darah. Sebab, mengakak saat orang lain shalat bisa mengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Lantas, bagaimana walhasil? Simak kisah selengkapnya, dikutip dari website legal Pesantren Syaichona Moh. Cholil.
Ketika Mbah Kholil Tertawa saat Sholat
Suatu saat Mbah Kholil dan santri lainnya di Pesantren Langitan menjalankan shalat isya berjemaah yang diimami KH Muhammad Noer, pengasuh pesantren saat itu.
Mbah Kholil mengakak terbahak-bahak di tengah kekhusyuan shalat. Sontak membikin para santri lain naik darah karena merasa terganggu kekhusukannya.
Sesudah shalat, Mbah Kholil dipanggil kiai. Dia disidang lantaran mengakak di tengah-tengah shalat.
“Kholil kenapa pada waktu shalat tadi kau mengakak? Apakah kau tidak tahu bahwa mengakak bisa membatalkan shalat dan mengganggu kekhusyukan (jemaah) shalat yang lain?” tanya kiai dengan wajah cemberut.