Kecelakaan pesawat di Sudan Selatan menewaskan 20 pekerja minyak
NAIROBI, 29 Januari (Reuters) – Sebuah pesawat kecil yang membawa pekerja minyak di Negara Bagian Unity, Sudan Selatan, jatuh saat lepas landas dari bandara ladang minyaknya pada Rabu, menewaskan 20 orang, kata menteri informasi wilayah slot qris tersebut. Pesawat itu telah berangkat menuju ibu kota Juba saat jatuh, kata Gatwech Bipal. Para penumpang adalah pekerja minyak dari Greater Pioneer Operating Company (GPOC), sebuah konsorsium yang mencakup China National Petroleum Corporation dan perusahaan milik negara Nile Petroleum Corporation, katanya.
Di antara yang tewas terdapat dua warga negara China dan satu warga India, tambahnya. Presiden Salva Kiir mengatakan para insinyur dan staf teknis termasuk di antara yang tewas, dan menjanjikan penyelidikan menyeluruh dan cepat untuk menentukan penyebab kecelakaan itu. Bipal tidak memberikan keterangan lebih rinci tentang keadaannya. Laporan media awalnya menyebutkan jumlah korban tewas 18 orang, tetapi Bipal mengatakan kepada Reuters bahwa dua orang yang selamat kemudian meninggal. Satu orang selamat.
Beberapa kecelakaan pesawat telah terjadi di Sudan Selatan yang dilanda perang dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan September 2018, sedikitnya 19 orang tewas ketika sebuah pesawat kecil yang membawa penumpang dari Juba ke kota Yirol jatuh. Pada tahun 2015, puluhan orang tewas ketika sebuah pesawat kargo buatan Rusia dengan penumpang di dalamnya jatuh setelah lepas landas dari bandara Juba.