Harga Bawang Merah Menjulang di Pasaran, DPRD Sarankan Ini ke Pemkot Surabaya
DPRD Kota Surabaya merekomendasikan pemerintah kota (pemkot) meningkatkan kerja sama lintas daerah untuk menangani kenaikan harga komoditas bawang merah yang dikala ini sedang terjadi di pasaran.
\\”Kami telah kerap menginfokan untuk memecahkan problem ini maka seharusnya ada kerja sama melalui MoU supaya stabilisasi pasokan bawang merah ada di Surabaya terjaga,\\” kata Member DPRD Kota Surabaya Zuhrotul Mar\\’ah di Surabaya, Jumat 2
Via nota kesepahaman itu bisa dituangkan sejumlah poin kerja sama antara pemerintah daerah yang saling menguntungkan, salah satunya subsidi pupuk dari Pemkot Surabaya ke petani di daerah penghasil.
Berterima sekali bila seumpama Pemkot Surabaya bisa memberikan subsidi pupuk sehingga menerima harga yang stabil dari daerah asal lalu dikala sampai ke kami harganya tidak naik,\\” ucap Member Komisi B DPRD Kota Surabaya ini.
Skema tersebut disebutnya yaitu langkah slot spaceman jangka panjang mengantisipasi munculnya kejadian serupa.
Zuhro menambahkan keberadaan Kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di sejumlah kawasan pasar tradisional juga seharusnya lebih fokus pada komoditas kecuali beras.
\\”Ke depannya supaya inflasi itu bisa dipegang komponen bisa meliputi bawang merah, bawang putih, gula, telor itu bahan pokok yang kerap naik turun,\\” tuturnya.
Sementara, seorang pedagang di Pasar Gresikan Surabaya bernama Rini mengucapkan kenaikan harga bawang merah telah terjadi sejak sekitar sebulan lalu.
Bawang merah dikala ini dipasarkan di kisaran harga Rp60 ribu per kilogramnya.
\\”Kalau sebelumnya sekitar Rp48 ribu per kilo. Kalau naik saya tidak tahu kenapa, bawang itu beda ukuran telah beda harga,\\” ujarnya.
Tenaga Beli Turun
Senada, pedagang Pasar Tambahrejo Masfufah mengucapkan kenaikan harga bawang merah berimbas pada turunnya jumlah pembelian dari masyarakat.
Ia menerangkan dikala harga masih di kisaran Rp40 ribu per kilogram, bawang merah dagangannya sehari bisa habis terjual sebanyak 15 kilogram.
\\”Sekarang Rp50 ribu per kilogram, dari Lebaran telah mahal. Kalau beberapa bulan ini sepi, dagangan saya hanya habis 5 kilogram sehari,\\” tuturnya.
Ia berkeinginan situasi kenaikan harga bawang merah ini bisa secepatnya dituntaskan oleh pemerintah.